Skip to main content

Posts

Tempat-Tempat Penuh Pesona di Sulawesi Selatan

Pantai Losari, salah satu icon wisata Makassar. Foto: pecintawisata Sulawesi Selatan menyimpan sejumlah ragam potensi wisata. tak hanya wisata pantai, air terjun maupun kulinernya. Namun, yang tak kalah menarik dan menakjubkan, di daerah ini juga terdapat kawasan bukit atau gugusan karst terluas di dunia selain karst di Cina Selatan dan Vietnam. Rammang-Rammang _ Maros Rammang-Rammang – Kab. Maros. Foto: Ruslin Halim Salah satu potensi Objek wisata tersebut adalah  “Rammang-Rammang”. Dengan luas wilayah sekitar 43 Ha, berada di Gugusan Pegunungan Kapur (karst) Maros-Pangkep dan masih dalam wilayah Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, tepatnya berada di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan. Indahnya panorama pebukitan karst dengan warna batuan dominan hitam diantara aliran sungai dan hamparan persawahan tersebut, ditambah bentuknya unik, pahatan alam yang eksotik  dengan bentuk dan model serta tinggi yang bervariasi mulai dari beberapa...

Tak Patut Dicontoh, Dosen Hukum ini Berburu Satwa Langka Yaki

Foto yang menampilkan 2 ekor Yaki ( Macaca Nigra ) dan satwa lain hasil buruan yang sudah mati. Sumber: Facebook Tak patut dicontoh #KamiMaluMner #ShamebyYouMner Keprihatinan kembali dilontarkan pemerhati lingkungan dan konservasi di Sulawesi Utara. Masih segar kasus pemilik akun Facebook yang diduga merupakan anggota polisi hutan ketika mengunggah foto saat menyembelih Yaki (monyet hitam Sulawesi | Macaca Nigra ), kini sebuah akun Facebook yang menurut informasi diduga adalah milik seorang dosen di Fakultas Hukum UNSRAT menampilkan foto dirinya dan 2 ekor Yaki hasil buruannya lengkap dengan senapan berburu.  Kondisi ini jelas merisaukan, karena hewan yang terancam punah tersebut merupakan satwa yang dilindunggi di Indonesia  sesuai Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 7 Tahun 1999. Dan lebih miris lagi adalah terduga pelaku merupakan seorang Dosen Fakultas Hukum di sebuah universitas kebanggaan di Sulawesi Utara, yang seharusnya memberikan ...

Mengenal Radiasi dan Dunia yang Kita Huni

Mengenal Radiasi dan Dunia yang Kita Huni. Apa yang dimaksud dengan radiasi? Radiasi dapat diartikan sebagai energi yang dipancarkan dalam bentuk partikel atau gelombang. Pengertian tentang radiasi dan gelombang dapat dijelaskan pada kejadian berikut. Apa yang Anda lakukan jika Anda melihat kolam air tenang yang pada permukaannya mengapung beberapa helai daun? Secara spontan mungkin Anda akan melempar kerikil ke kolam tersebut. Dapat Anda lihat bahwa pada lokasi jatuhnya kerikil akan muncul riak, yang kemudian akan menyebar dalam bentuk lingkaran. Riak-riak tersebut adalah gelombang dan memperlihatkan pergerakan energi yang diberikan oleh kerikil, dan energi tersebut menyebar dari lokasi jatuhnya kerikil ke segala arah. Ketika riak mencapai daun, daun tersebut akan terangkat naik ke puncak gelombang. Berdasarkan kejadian tersebut dapat dilihat bahwa untuk mengangkat sesuatu diperlukan energi. Karena itu, terangkatnya daun memperlihatkan bahwa gelombang mempunyai energi, dan energi ters...

190 Negara Sepakat Bendung Percepatan Perubahan Iklim

Konferensi Perubahan Iklim (COP20) di Lima, Peru. Foto: Reuters S ekitar 190 negara pada konferensi perubahan iklim (COP20) di Peru pada Minggu (14/12) membangun blok-blok kesepakatan untuk mengatasi perubahan iklim pada 2015. Kerangka Kerja Konvensi Perubahan Iklim PBB (United Nations Framework Convention on Climate Change/UNFCCC) di Lima, Peru, berakhir dengan kesepakatan yang meliputi pilihan-pilihan dengan cakupan luas untuk mencapai kesepakatan global. Kesepakatan ini dipandang perlu saat dunia dituntut untuk bisa berpartisipasi dan lebih aktif dalam memangkas emisi gas rumah kaca. Pembicaraan yang berlangsung dalam dua hari terakhir menghasilkan empat halaman sebagai draft dokumen yang meminta negara-negara mengajukan rencana nasional untuk mengatasi pemanasan global sebagai dasar kesepakatan global baru yang akan diajukan di Paris dalam satu tahun sebelum konferensi berikutnya di Paris Desember 2015. Draf itu memberikan kesempatan bagi negara-negara berkembang, termasuk Tiongkok...

Aturan Adat Suku Alas dalam Melindungi Alam

Suku Alas. Foto: COLLECTIE TROPEN MUSEUM Di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas hidup berdampingan dengan 11 etnis lainnya. Walaupun memiliki keanekaragaman dari segi etnis dan agama, di tanah Alas tidak pernah terjadi konflik bernuansa SARA. Inilah yang membuat wilayah perbukitan di daerah Aceh Tenggara terkesan damai dan asri. Menyatu dalam keberagaman. Beragamnya kehidupan di tanah Alas, malah menjadi keunikan tersendiri di wilayah Aceh Tenggara. Menjadikan kehidupan di setiap elemen masyarakat penuh warna dan bervariasi. Di Alas, perbedaan setiap unsur kebudayaan masyarakatnya saling berbaur dan saling mempengaruhi antara satu kebudayaan dengan kebudayaan lain. Atas dasar genealogi, kehadiran berbagai etnis di tanah Alas menjelaskan, bahwa tidak ada satu orang pun yang dapat hidup dan berdiri sendiri. Begitu juga dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten ini. Semua pihak perlu terlibat baik secara langsung maupun tidak. Keberagaman suku dan keyakinan akan menjadikan keu...

Sejarah Pendakian Gunung dan Panjat Tebing

Carstenz Pyramide . Tahun 1623 Navigator dari Belanda J. Cartenz adalah orang pertama yang membawa kabar ke daratan Eropa tentang adanya puncak es dinegara tropis di garis equator Barat Papua Nugini, dan Laporan J Cartenz ini menjadi bahan tertawaan oleh publik. Foto: Google U raian singkat dibawah ini adalah " Sejarah Pendakian Gunung dan Panjat Tebing " yang bersumber dari Buku Panduan LPDN 1990 . 1492 Sekelompok orang Perancis di bawah pimpinan Anthoine de Ville mencoba untuk memanjat tebing Mont Aiguille (2.097 m), di kawasan Vercors Massif. Tak jelas benar tujuan mereka, tapi yang jelas sampai beberapa dekade kemudian, orang-orang yang naik turun tebing-tebing batu di Pegunungan Alpen adalah para pemburu chamois, sejenis kambing gunung. Jadi mereka memanjat untuk mata pencaharian, kurang lebih mirip para pengunduh sarang burung wallet gua di tebing-tebing Kalimantan Timur atau Karangbolong Jawa Tengah. 1623 Yan Carstenz adalah orang Eropa pertama yang melihat "peg...